JAKARTA -
Gelombang demonstrasi yang terjadi di berbagai kota Indonesia pada akhir
Agustus 2025 berujung pada bentrokan antara massa dan aparat kepolisian yang
menyebabkan tujuh orang meninggal dunia. Demonstrasi yang berlangsung dari
tanggal 25 Agustus ini memicu kerusuhan di beberapa daerah termasuk Jakarta,
Makassar, Yogyakarta, dan Solo di lansir dari tempo.com.
Korban
tewas berasal dari berbagai latar belakang, antara lain Affan Kurniawan,
pengemudi ojek online yang tewas setelah terlindas mobil taktis Brimob di
Jakarta, Sarinawati, staf DPRD Makassar yang terjebak dalam gedung yang dibakar
massa, serta Rheza Sendy Pratama, mahasiswa Amikom Yogyakarta yang tewas dengan
luka serius setelah kerusuhan di Polda DIY. Korban lainnya meliputi Saiful
Akbar, Muhammad Akbar Basri, Rusdamdiansyah (driver ojol), dan Sumari (tukang
becak Solo).
Peristiwa
tragis ini diawali dari eskalasi ketegangan di kawasan gedung DPR/MPR Jakarta
yang berubah menjadi kericuhan, hingga menyebar ke sejumlah kota lain dengan
aksi pembakaran gedung pemerintahan dan fasilitas umum. Polisi melakukan
pembubaran massa dan penembakan gas air mata, yang turut memicu bentrokan
dahsyat.
Polda DIY
dan kepolisian daerah lainnya tengah melakukan penyelidikan terkait penyebab
jatuhnya korban jiwa, khususnya di Yogyakarta dan Jakarta. Pihak kepolisian
juga telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah anggotanya terkait insiden
tersebut.
“ saya
datang untuk menyuarakan aspirasi saya, tetapi banyak provokator yang membuat
aksi unjuk rasa menjadi keos” ujar salah satu demonstran
Demonstrasi
ini menunjukkan sisi kelam dari perjuangan massa yang ingin menyuarakan
aspirasinya namun berakhir dalam bentrokan yang menimbulkan korban jiwa serta
kerusakan fasilitas publik yang cukup luas.

Post a Comment